Aku Ridha Allah sebagai Rob-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rosul Allah  




         Al Iklash Takaoka


WAKTU

JADWAL SHOLAT

 

AYAT HADIS DO'A
 
QUATO

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

(Al Baqarah : 256)
 

AL IKHLASH

TENTANG JEPANG

INFO HALAL
AL-QUR'AN
KAJIAN ISLAM ON LINE
JOIN MAILINGLIST
BUKU TAMU

ARCHIVES

TAGGIE
 

 

PARTNER
Powered by Blogger

Shoutboxes.com - Free Shoutboxes!


木曜日, 7月 01, 2004

Pemberian Terbaik

Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan Raja yang adil dan bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tingal disana. Tanahnya subur, keadaannya pun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan, tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.

Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi kayu dan garu bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak letih bekerja terlalu lama. “Inilah hartaku yang paling berharga.” Demikian guman petani itu dalam hati, sembari melayangkan pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.

Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu berkata, “Berikan bajak dan kerbaumu itu kepada kami. Ini perintah Raja!” Suara itu terdengar begitu keras. Mengagetkan petani itu yang tampak masih kebingungan.

Petani itu lalu menjawab: “Untuk apa Sang Raja mengingginkan bajak dan kerbauku? Ini adalah satu-satunya hartaku yang paling berharga. Bagaimana aku bisa bekerja.” “Tolonglah, kasihan istri dan anak-anakku..... berilah kami kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan dengan istriku....”

Namun, pemimpin pasukan barkata lagi, “Kami hanya menjalankan perintah dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak. Namun, ingatlah, kekuasaanya sangat kuat.” “Petani semacam kau tak akan mampu melawan perintahnya.” Akhirnya pasukan itu berbalik arah, meninggalkan petani tersebut.

Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan keluarganya. Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. Hati bertanya-tanya, “Apakah Baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya? Kenapa Baginda tampak tak begitu melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak dan kerbau kita? Gundah dan resah melingkupi keluarga petani itu. Namun, akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan kedua benda itu kepada Baginda Raja.

Keesokan hari, sang petani tampak pasrah. Bersama dengan bajak dan kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani itu ingin memberikan langsung hartanya kepada Raja. Tibalah ia di halaman istana, dan langsung diterima oleh Raja. “Baginda, hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Baginda Raja, terimalah pemberian ini........ “

Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, Ia tampak memanggil pengawal. “Pengawal, buka selubung itu.” Tiba-tiba, terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata di sana ada sebuah bajak yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh, denga urat kayu yang mengkilap. Begitupun dengan kerbaunya, hewan itu begitu gemuk dengan dua kaki yang berdiri tegap.

Sang petani tampak kebingungan. Baginda mulai berbicara: “Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama, aku tahu kau adalah seorang petani yang rajin dan baik. Namun, aku hanya ingin mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang baik. Engkau rela menyerahkan harta yang berharga bagi dirimu untukku. Maka, terimalah hadiah dariku, engkau layak menerimanya.”

Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada Sang Raja.

Ø Teman-teman semua, bisa jadi tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani tadi. Hanya sedikit orang yang mau memberikan hartanya yang terbaik yang dimilikinya kepada yang lain. Namun, petani tersebut adalah salah satu dari orang-orang yang sedikit itu. Dan ia memberikan sedikit pelajaran buat kita semua.

Ø Sesungguhnya, tuhan sering meminta kita memberikan yang terbaik yang kita punya untukNya. Tuhan sering memerintahkan kita untuk mau menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada Nya. Bukan karena Tuhan butuh semua itu dan juga bukan karena Tuhan kekurangan. Namun, karena sesungguhnya Tuhan Maha Kaya, dan Tuhan sedang menguji setiap HambaNya.

Ø Tuhan sedang menguji, apakah hambaNya adalah bagian dari orang-orang yang beriman dan mau bersyukur. Tuhan sedang menguji, apakah ada dari hambaNya yang mau menafkahkan hartanya di jalanNya. Dan Tuhan, pasti akan memberikan balasan atas semua upaya itu dengan pemberian yang tak akan kita bayangkan. Imbalan dan pahala yang akan kita terima, sesungguhnya akan mampu membuat kita paham, bahwa Tuhan memang Maha Pemberi Kemuliaan.

Ø Mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada Nya. Marilah kita tunjukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya kepada Nya. Karena sesungguhnya memang kita tak akan pernah menyadari balasan apa yang akan kita terima nantinya.

Ø Tuhan selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan bagi hamba Nya. Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada Nya.

by "Iko" [Muslimah Sholihah]


 

 
Ke atas