Aku Ridha Allah sebagai Rob-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rosul Allah  




         Al Iklash Takaoka


WAKTU

JADWAL SHOLAT

 

AYAT HADIS DO'A
 
QUATO

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

(Al Baqarah : 256)
 

AL IKHLASH

TENTANG JEPANG

INFO HALAL
AL-QUR'AN
KAJIAN ISLAM ON LINE
JOIN MAILINGLIST
BUKU TAMU

ARCHIVES

TAGGIE
 

 

PARTNER
Powered by Blogger

Shoutboxes.com - Free Shoutboxes!


木曜日, 12月 09, 2004

Konsekwensi Syahadat Ain

Assala mu 'alaikum wa ra hmatu llaahi wa bara kaatuh.

Wah rame sekali Giliran Isnet yang jadi bahan. Saya jadi teringat
pengajian beberapa bulan yang lewat tentang Konsekwensi Syahadat Ain.

Setiap Muslim yang telah berikrar mengucapkan Kalimat Syahadat berarti
dia harus mencintai (Mahbut) dan ridha kepada Allah semata dan untuk
dapat mencintai Allah kita harus mengingkari tuhan-tuhan lain selain
Allah, seperti yang diterangkan oleh al Quran dalam al Baqarah ayat 165
berikut :

(2:165)
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan
selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan
jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu [106] mengetahui
ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu
kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya
(niscaya mereka menyesal).

Ridha kita terhadap Allah adalah dengan menyakini bahwa jalan Allah-lah
satu-satu jalan yang harus kita tempuh seperti diterangkan dalam al
Quran surat Ali Imran ayat 31 dan 32 berikut :

(3:31)
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,
niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.

(3:32)
Katakanlah: "Ta'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka
sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir".

Sebagai konsekwensi kita mengucapkan syahadat kita juga harus ridha
terhadap Islam, agama yang akan membimbing kita ke jalan Allah, seperti
tertera dalam al Quran surat Ali Imran ayat 19, 83 - 85 berikut :

(3:19)
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada
berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab [189] kecuali sesudah
datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara
mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka
sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

(3:83)
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal
kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi,
baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka
dikembalikan.

(3:84)
Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan
kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub,
dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi
dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara
mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri."

(3:85)
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali
tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat
termasuk orang-orang yang rugi.

Konsekwensi lainnya adalah kita ridha terhadap Muhammad sebagai
Rasulullah dan menjadikan beliau sebagai contoh dan tauladan (uswatun
hasanah) seperti diterangkan dalam al Quran surat al Ahzaab ayat 21 dan
surat al Kalam ayat 4 - 6 berikut :

(33:21)
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan)
hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

(68:4)
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

(68:5)
Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir)pun akan
melihat,

(68:6)
siapa di antara kamu yang gila.

Begitu konsekwensi kalau kita sudah mengucapkan syahadat. Insya Allah
kita memperoleh Shibghah Allah (Shibghah artinya celupan. Shibghah
Allah: celupan Allah yang berarti iman kepada Allah yang tidak disertai
dengan kemusyrikan) lihat al Quran surat al Baqarah ayat 138 berikut :

(2:138)
Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada
Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.

Semoga bermamfaat. Kalau ada yang salah itu karena manusia tidak
sempurna dan Allah maha benar tidak pernah lupa. Bi llaahi taufiq wa
lhidayah, wa ssala mu 'alaikum wa ra hmatu llaahi wa bara katuh.

Ismail

http://www.isnet.org/archive-milis/archive97/dec97/msg00509.html


 

 
Ke atas